Sunday, June 8, 2014

Komponen Aplikasi Android

sumber: http://www.edureka.in/blog/wp-content/uploads/2012/11/Components-of-Android1.jpg


Ada 4 macam komponen aplikasi yang merupakan titik masuk di mana aplikasi Android bisa berjalan. Keempat komponen tersebut memiliki fungsi dan daur hidup yang berbeda yang menentukan bagaimana masing-masing komponen dibuat dan dihancurkan. Keempat tipe komponen aplikasi tersebut adalah :
a.     Activity
Activity adalah komponen aplikasi yang menyediakan layar/jendela di mana pengguna bisa berinteraksi untuk menjalankan fungsi tertentu.
b.     Service
Service adalah komponen aplikasi yang berjalan background untuk menjalankan proses yang memakan waktu cukup lama. Service tidak memiliki tampilan.
c.     Content Provider
Content Provider mengelola sekumpulan data yang sifatnya shared. Datanya sendiri dapat disimpan di file system, database SQLite, di penyimpanan online atau lokasi penyimpanan persisten lainnya. Dengan adanya Content Provider ini, aplikasi lain dapat mengakses data yang diperlukan tanpa perlu mengetahui bagaimana data tersebut disimpan. Sistem operasi Android sendiri secara default menyediakan sejumlah content provider yang datanya dapat diakses oleh aplikasi lain, misalkan content provider log panggilan telepon, data kontak, SMS, dan sebagainya. Untuk mengakses suatu content provider digunakan string URI sesuai dengan yang dispesifikasikan oleh Content Provider penyedia data.
d.     Broadcast Receiver
Broadcast Receiver adalah komponen aplikasi yang menanggapi system-wide broadcast announcements. Contoh broadcast yang dikirimkan oleh sistem operasi Android misalkan notifikasi ada aplikasi baru terinstall/terupdate, layar mati, booting sistem operasi selesai, ada SMS atau telepon masuk, dan sebagainya. Broadcast Receiver juga tidak memiliki tampilan, tapi dia dapat menjalankan suatu Activity atau menampilkan notifikasi di Notification Bar.


Kita akan bahas lebih lanjut mengenai Activity karena ini merupakan komponen aplikasi yang paling umum dan yang memiliki tampilan di mana pengguna bisa berinteraksi dengan aplikasi kita.
Gambar di atas merupakan skema lifecycle dari sebuah Activity. Apabila sebuah Activity dipanggil, maka kode yang berada di dalam method onCreate akan dieksekusi. Di sini biasa kita menaruh kode untuk menginisialisasi tampilan dan variabel lain yang diperlukan oleh activity tersebut. Selanjutnya ada satu method lain yang cukup penting untuk diimplementasikan, yaitu onPause, yang akan dipanggil apabila ada Activity lain yang dijalankan menggantikan Activity tersebut.
Di sini kita harus menyimpan data-data persistent yang mungkin diperlukan saat Activity tersebut dijalankan lagi, misalkan untuk aplikasi email kita perlu menyimpan data email yang sedang diketikkan sebagai Draft email. Activity yang di-pause ini tidak langsung di-destroy, karena ada kemungkinan pengguna akan kembali lagi ke Activity ini misalkan dengan menekan tombol BACK dari Activity yang baru dijalankan atau karena event lain. Namun jika pengguna tidak pernah kembali lagi ke Activity tersebut, sistem operasi Android bisa sewaktu-waktu men-destroy Activity tersebut misal apabila ada aplikasi lain yang membutuhkan memori tambahan atau membutuhkan resource lain untuk digunakan. Karena itulah, kita perlu menyimpan data-data yang diperlukan saat method onPause ini dipanggil. Secara lengkap apabila kita akan mengimplementasikan kode untuk setiap perubahan state Activity maka struktur kerangka kode untuk Activity tersebut adalah seperti di bawah ini.



No comments:

Post a Comment