Wednesday, July 8, 2015

Tugas 3 Etika & Profesionalisme TSI

Apa yang dimaksud dengan IT Forensik dan apa kegunaan dari IT Forensik tersebut?

IT Forensik atau lebih sering disebut dengan Forensik digital (kadang-kadang dikenal sebagai ilmu forensik digital) adalah cabang dari ilmu forensik meliputi pemulihan dan investigasi bahan yang ditemukan di perangkat digital, sering dalam kaitannya dengan kejahatan komputer. Istilah forensik digital  ini awalnya digunakan sebagai sinonim untuk forensik komputer tetapi telah diperluas untuk mencakup penyelidikan semua perangkat yang mampu menyimpan data digital. Berakar dari revolusi personal komputer akhir 1970-an dan awal 80-an, disiplin ilmu ini berkembang tanpa ada aturan yang mengikat, sampai dengan awal abad ke-21dimana muncul kebijakan aturan-aturan yang melandasi disiplin ilmu tersebut.

Investigasi forensik digital memiliki berbagai aplikasi. Yang paling umum adalah untuk mendukung atau menolak hipotesis (sebagai bagian dari proses penemuan elektronik) dalam pengadilan pidana atau perdata. Forensik juga digunakan dalam sektor swasta, seperti penyelidikan internal perusahaan atau intrusi investigasi (penyelidikan spesialis ke dalam sifat dan tingkat intrusi jaringan yang tidak sah).

Aspek teknis penyelidikan dibagi menjadi beberapa sub-cabang, yang berkaitan dengan jenis perangkat digital yang terlibat; forensik komputer, forensik jaringan, analisis data forensik dan forensik perangkat mobile. Proses forensik biasanya meliputi penyitaan, pencitraan forensik (akuisisi) dan analisis media digital dan produksi laporan ke menjadi bukti yang dapat dikumpulkan.

Selain berfungsi untuk mengidentifikasi bukti langsung dari kejahatan, forensik digital dapat digunakan sebagai atribut bukti untuk tersangka tertentu, mengkonfirmasi alibi atau pernyataan, menentukan tujuan, mengidentifikasi sumber-sumber (misalnya, dalam kasus-kasus hak cipta), atau mengotentikasi dokumen. Investigasi yang lebih luas di luar cakupan analisis forensik (di mana tujuan yang biasa adalah untuk memberikan jawaban atas serangkaian pertanyaan sederhana) seringkali melibatkan timeline atau hipotesis yang kompleks.



Jelaskan contoh kasus yang berkaitan dengan bidang apa saja yang dapat dibuktikan dengan IT Forensik!

Digital forensik awalnya muncul sebagai metode untuk memulihkan dan menyelidiki bukti digital untuk digunakan di pengadilan. Sejak itu kejahatan komputer dan kejahatan yang berkaitan dengan komputer telah berkembang, dan telah melonjak drastis. Saat ini Digital Forensik digunakan untuk menyelidiki berbagai kejahatan, termasuk pornografi anak, penipuan, spionase, cyberstalking, pembunuhan dan pemerkosaan. Disiplin ini juga dilengkapi dalam proses sipil sebagai bentuk pengumpulan informasi (misalnya, penemuan Elektronik).



Hal-hal apa saja yang mendukung penggunaan IT Forensik, Jelaskan!

Berbagai prilaku digital dan digitalisasi yang sudah merambah dalam setiap aktivitas manusia menjadi prilaku yang harus diamati dengan baik. Komputer forensik atau digital forensik banyak ditempatkan dalam berbagai keperluan, bukan hanya kasus-kasus kriminal yang melibatkan hukum. hal-hal yang mendukung penggunaan IT Forensik antara lain :

  • Keperluan investigasi tindak kriminal dan perkara pelanggaran hukum.
  • Rekonstruksi duduk perkara insiden keamanan komputer.
  • Upaya-upaya pemulihan akan kerusakan sistem.Troubleshooting yang melibatkan hardware maupun software.
  • Keperluan untuk memahami sistem ataupun berbagai perangkat digital dengan lebih baik.

Saturday, April 25, 2015

Tugas 2 Etika & Profesionalisme TSI


Jelaskan apa yang menjadi alasan penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi sehingga ada orang atau pihak lain menjadi terganggu?

Alasan utama dari penyalahgunaan teknologi sistem informasi biasanya lebih karena kepentingan pribadi atau sekelompok golongan atau dalam rangka menciptakan situasi merepotkan bagi orang lain. Istilah "penyalahgunaan" (juga dikenal sebagai pelecehan atau penyalahgunaan informasi) menggambarkan aktivitas yang disengaja atau karena kelalaian tanpa izin yang mempengaruhi ketersediaan,kerahasiaan, atau integritas sumber daya informasi orang lain. Pastinya hal-hal tersebut membuat orang lainmerasa dirugikan/terganggu.


Bagaimana cara menanggulangi gangguan-gangguan yang muncul karena penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi? Jelaskan!

Dalam menanggulangi gangguan-gangguan yang muncul karena penyalahgunaan fasilitas teknologi informasi, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut:
  • Keamanan (security), dengan memiliki keamanan yang kuat, tentunya dapat mengurangi dampak buruk dari penggunaan telematika. Hal-hal yang masuk kedalam aspek keamanan seperti privasi, integritas data, serta keaslian data.
  • User Filtering, dengan adanya user filtering, tentunya dapat mengurangi akses dari pengguna yang tidak memiliki kepentingan/tidak tepat sasaran.
  •  Pengawasan langsung, bagi orang-tua untuk selalu memberikan pengertian dan pengawasan bagi anak-anaknya untuk selalu berhati-hati dan memilah-milah dalam mengakses layanan-layanan telematika.
  • Pengawasan dari pemerintah, tentunya dibutuhkan usaha dari pemerintah untuk mengawasi dan meregulasi aturan bagi layanan-layanan telematika di Indonesia agar tidak melanggar jalur di luar yang ditentukan.


Sebutkan salah satu kasus yang terjadi berkaitan penyalahgunaan fasilitas teknologi sistem informasi, beri tanggapan akan hal tersebut!

Pada akhir tahun 2014 terjadi kasus yang menghebohkan mengenai pembobolan pada akun icloud selebritis terkenal dunia seperti Jennifer Lawrence, Kate Upton, dan banyak lainnya. dalam kasus ini, foto-foto pribadi para selebritis disalahgunakan dan disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang diberitakan oleh techcrunch.com . Dari berita tersebut, banyak hal yang dapat kita pelajari untuk meminimalisir penyalahgunaan teknologi informasi. pertama jangan memberikan informasi yang terlalu pribadi ke dalam fasilitas yang memiliki teknologi informasi, karena, dengan informasi sekecil apapun pelaku kejahatan dapat berusaha untuk meretas dan mengambil alih akun-akun yang tersebar di dunia maya. kedua, pelajari mekanisme keamanan dari masing-masing fasilitas teknologi informasi yang digunakan untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Saturday, March 28, 2015

Etika Dalam Teknologi Sistem Informasi

etika secara umum dan penerapannya terhadap teknologi sistem informasi

Etika adalah cabang filsafat yang melibatkan sistematisasi, membela, dan merekomendasikan konsep yang benar dan perilaku yang salah. Etika Istilah berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu ethikos, yang berasal dari kata etos (kebiasaan, "kebiasaan"). Sebagai cabang filsafat, etika menyelidiki pertanyaan "Apa cara terbaik bagi orang untuk hidup?" Dan "Tindakan apa yang benar atau salah dalam situasi tertentu?" Dalam prakteknya, etika berusaha untuk menyelesaikan pertanyaan moralitas manusia, dengan mendefinisikan konsep seperti baik dan jahat, benar dan salah, kebajikan dan wakil, keadilan dan kejahatan. 

beberapa contoh penerapan etika dalam penggunaan teknologi sistem informasi yaitu:
  • Tidak menggunakan file, user, atau izin akses milik orang lain tanpa seizin yang bersangkutan.
  • Memberikan identitas (sedikitnya username/alias) saat bertukar informasi. Hal ini menandakan yang bersangkutan bertanggung-jawab atas informasi atau statement yang diberikan.
  • Mematuhi peraturan yang diberikan masing-masing penyedia teknologi dan sistem informasi tersebut.
  • Tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum (menghina, menipu, sabotase, pencurian data, dll) saat menggunakan teknologi sistem informasi.


tujuan penerapan etika dalam teknologi sistem informasi

Teknologi sistem informasi rentan akan tindakan-tindakan yang mengarah pada kejahatan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu batasan yang dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Etika berperan dalam mengurangi kejahatan dan ketidaknyamanan saat menggunakan teknologi sistem informasi. Dengan adanya etika dalam sistem informasi, kita dapat memutuskan batasan-batasan perilaku yang benar dalam menggunakan teknologi sistem informasi



etika yang harus diperhatikan bagi pembuat, pengembang, dan pengguna teknologi sistem informasi

  • Memahami hak cipta (Copyright). Tidak menggunakan karya dan hasil orang lain dan mengklaim sebagai pemiliknya.
  • Tidak membuat sesuatu yang melanggar hukum. contohnya mengembangkan situs judi online, melakukan phising, dan hal-hal yang melanggar hukum lainnya.
  • Tenggang rasa sebagai sesama pengguna teknologi informasi. Penyedia jasa sebaiknya tidak mengirimkan spam-spam atau pun hal-hal lain yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna lain.

Saturday, January 31, 2015

Tugas 3 Pengantar Telematika

1. Sebutkan dan Jelaskan Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan Terjadinya penyalahgunaan fasilitas layanan telematika ?
2.Jelaskan menurut pendapat masing-masing bagaimana caranya mengurangi penyalahgunaan fasilitas layanan telematika ?
3. Apa dampak yang terjadi dari penyalahgunaan fasilitas layanan telematika ,Jelaskan ?

Saturday, November 15, 2014

Tugas 2 Pengantar Telematika


1. Apa manfaat dan dampak negatif dari jaringan komputer sebagai media untuk mengakses layanan telematika, jelaskan!

Layanan telematika merupakan keterpaduan dari jaringan komunikasi dan teknologi informasi. keterpaduan ini tentunya memberikan manfaat bagi pengguna layanan telematika untuk mendapatkan kemudahan akses serta penyampaian informasi. dengan jaringan komputer setiap orang dapat dengan mudah berbagi informasi dengan siapapun yang terkoneksi dalam jaringan. dalam beberapa hal, tentunya memiliki efek positif bagi masyarakat. beberapa contohnya yaitu layanan email, online shopping, mobile banking, yang membuat penggunanya tidak perlu menghabiskan waktu untuk mendapatkan informasi dan hal-hal lain yang dibutuhkan. contoh lainnya, social media dan forum-forum online yang dapat digunakan untuk berinteraksi dan bertukar pikiran tanpa perlu berada dalam satu tempat yang sama.
Namun dibalik semua kemudahan tersebut, tentunya ada dampak negatif yang menyertai kemudahan akses akan informasi tersebut. banyaknya informasi yang tersedia pada jaringan dapat membuat penggunanya bingung, apakah informasi yang didapatkan adalah benar? apakah berasal dari sumber yang dapat dipercaya? Dampak lainnya, beberapa informasi yang tidak tepat sasaran dapat diakses oleh pengguna yang salah. selain itu, kemudahan penyebaran informasi juga sering dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung-jawab untuk melakukan penipuan, penyadapan, serta hal-hal negatif lainnya untuk mendapatkan keuntungan dari aksi yang mereka lakukan. dampak negatif lain yang memberikan efek secara tidak langsung, yaitu, kemudahan akses layanan telematika dapat membuat penggunanya merasa terikat dan malas, sehingga


2. Berikan contoh aplikasi-aplikasi apa saja yang berkembang yang memanfaatkan jaringan komputer khususnya internet dalam telematika!

beberapa contoh aplikasi dalam layanan telematika yang menggunakan jaringan komputer (internet):

  • Mobile banking & e-banking. mempermudah penggunanya untuk melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet, sehingga tidak perlu datang ke bank yang bersangkutan untuk melakukan transaksi.
  • E-commerce. Mempermudah proses transaksi bisnis.
  • email. mempermudah penggunanya bertukar informasi secara cepat.
  • Online chat. dapat saling bertukar pesan secara interaktif dan real-time.
  • Social media. memberikan media untuk interaksi dan aktualisasi diri yang dapat diakses secara online.


3. Faktor apa yang mendasari perkembangan telematika di Indonesia semakin meningkat, sebutkan dan jelaskan!

beberapa faktor yang mendasari perkembangan telematika:

  • Kebutuhan akan proses informasi yang cepat,mudah didapatkan, serta dapat diandalkan.
  • perkembangan teknologi yang semakin hari semakin meningkat.
  • Era globalisasi yang memberikan tantangan untuk terus bersaing dengan negara lain.
  • kesadaran dari para masyarakat bahwa layanan telematika dapat membuat hidup menjadi lebih mudah.


Saturday, October 18, 2014

Tugas 1 Pengantar Telematika

1.       Jelaskan menurut pendapat masing-masing tentang faktor-faktor yang mempengaruhi layanan telematika dapat dengan mudah diakses!

Beberapa faktor yang mempengaruhi layanan telematika agar dapat lebih mudah diakses:
a.       Ketersediaan (availability), apakah layanan telematika tersebut akan selalu tersedia.  Jika layanan tidak selalu tersedia, bagaimana bisa pengguna dapat dengan mudah untuk mengaksesnya?
b.      Sarana akses, apakah layanan tersebut dapat diakses dimana-saja. Saat ini mobile device sudah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat di Indonesia. Tentunya akan sangat baik jika layanan telematika dapat digunakan pada device yang dimiliki hamper semua orang, tanpa harus membeli perangkat tambahan lainnya.
c.       Ketersediaan koneksi, Apakah layanan tersebut dapat diakses melalui jaringan internet ataupun lainnya. Sebagai contoh, kita tetap dapat mengakses layanan informasi yang diberikan oleh provider telekomunikasi, seperti melakukan dial ke no tertentu untuk handphone, atau masuk ke situs tertentu pada layanan internet.
d.      User friendly, layanan yang user friendly dan tidak berbelit-belit tentunya mempermudah para pengguna untuk mengakses dan melakukan komunikasi melalui layanan telematika tersebut.


2.       Bagaimana peranan telematika diberbagai bidang ? Berikan contoh layanan telematika pada bidang pendidikan!

Telematika sangat berperan penting di dunia modern saat ini. Di bidang pendidikan, telematika dapat mempermudah para siswa untuk memdapatkan materi-materi yang dipergunakan untuk belajar. Mahasiswa pun dapat saling bertukan pikiran dan pendapat walaupun tidak berada di tempat yang sama. Selain itu, dengan layanan telematika, mahasiswa maupun pengajar dapat dengan mudah mencari dan melihat informasi mengenai aktivitas-aktivitas akademik yang mereka jalani.
Sebagai contoh, mahasiswa gunadarma dapat mencari materi perkuliahan dari Universitas Gunadarma Open Courseware (ocw.gunadarma.ac.id). bahan kuliah juga bisa di dapat dari staffsite dosen pengajar yang juga menampilkan profil dari dosen yang bersangkutan. Untuk layanan informasi akademik, universitas gunadarma menyediakan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (baak.gunadarma.ac.id) untuk informasi perkuliahan yang umum, serta menyediakan studentsite (studentsite.gunadarma.ac.id) untuk informasi mahasiswa secara individu. Universitas Gunadarma juga menyediakan virtual class yang memberikan akses belajar-mengajar secara online, yang juga mewadahi interaksi intelektual antar mahasiswa.


3.       Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan untuk mengurangi dampak negatif dari telematika, jelaskan!

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk mengurangi dampak negatif dari telematika:
1.       Keamanan (security), dengan memiliki keamanan yang kuat, tentunya dapat mengurangi dampak buruk dari penggunaan telematika. Hal-hal yang masuk kedalam aspek keamanan seperti privasi, integritas data, serta keaslian data.
2.       User Filtering, dengan adanya user filtering, tentunya dapat mengurangi akses dari pengguna yang tidak memiliki kepentingan/tidak tepat sasaran.
3.       Pengawasan langsung, bagi orang-tua untuk selalu memberikan pengertian dan pengawasan bagi anak-anaknya untuk selalu berhati-hati dan memilah-milah dalam mengakses layanan-layanan telematika.
4.       Pengawasan dari pemerintah, tentunya dibutuhkan usaha dari pemerintah untuk mengawasi dan meregulasi aturan bagi layanan-layanan telematika di Indonesia agar tidak melanggar jalur di luar yang ditentukan.


4.       Apa fungsi dari telematika? Jelaskan!

Fungsi Telematika
1.       Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
2.       Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.


Friday, June 20, 2014

Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD)

DATA FLOW DIAGRAM

Data Flow Diagram (DFD) merupakan representasi secara grafis dari aliran data yang melalui sistem informasi,  yang menggambarkan aspek prosesnya. DFD menunjukkan data seperti apa yang dimasukkan dan menjadi keluaran dari sistem, dari mana arah data dan kemana perginya, dan dimana data disimpan. Namun, DFD tidak menunjukkan timing pemrosesan, dan informasi apakah proses tersebut dilakukan dalam urutan atau paralel (seperti yang ditunjukkan oleh alurdata/flowchart).
Proses pembuatan DFD dimulai dengan pembuatan Context-Level Data Flow Diagram pada awalnya, yang menunjukkan interaksi antara sistem dan  agen-agen eksternal (bisa berupa orang/organisasi/sistem) yang bertindak sebagai data sources (yang memberikan informasi pada sistem dalam bentuk alur data) dan data sinks (yang menerima output dari sistem).dalam diagram ini interaksi sistem dengan dunia luar digambarkan murni sebagai alur data antar system boundary. Diagram ini menunjukkan keseluruhan sistem sebagai proses tunggal, dan tidak memberikan informasi mengenai organisasi internalnya.
Context-Level Data Flow  Diagram kemudian berkembang menjadi Level 0 DFD yang menunjukkan beberapa detail dari sistem yang digammbarkan. Level 0 DFD menunjukkan bagaimana sistem dibagi-bagi menjadi subsistem (proses), dimana masing masing subsistem tersebut menangani satu atau lebih alur data dari dan ke agen eksternal, yang mana bila disatukan akan memberikan fungsionalitas dari sistem secara keseluruhan. Diagram ini juga mengidentifikasi penyimpanan data internal yang dibutuhkan agar sistem dapat melakukan pekerjaannya, dan menunjukkan alur data antara masing-masing bagian dari sistem.
Data Flow Diagram (DFD) sendiri diajukan oleh Larry Constantine, pengembang dari desain terstruktur, yang didasarkan dari model komputasi “Data Flow Graph” milik Martin dan Estrin. DFD merupakan salah satu dari tiga perspektif essensial dari analisa sistem terstruktur (Structured-System Analysis) dan metode desain SSADM (Structured System Analysis and Desain Method). Sponsor proyek dan pengguna terakhir harus dilibatkan dan dan dikonsultasikan selama proses dari evolusi sistem tersebut. Dengan DFD, pengguna dapat memvisualisasikan bagaimana suatu sistem beroperasi, apa hasil yang akan dicapai sistem,  dan bagaimana sistem akan diimplementasikan. Sistem lama dari DFD bisa digambar dan dibandingkan dengan sistem yang baru  untuk menggambar perbandingan yang dapat menghasilkan sistem yang lebih efisien. DFD dapat digunakan oleh pengguna terakhir sebagai ide fisik di bagian mana data yang mereka masukkan memiliki efek terhadap struktur dari keseluruhan sistem .  Bagaimana suatu sistem dikembangkan bisa ditentukan melalui DFD.

Berikut merupakan prinsip-prinsip dari DFD:
1.               Prinsip umum DFD adalah sistem dapat dipecah menjadi subsistem, dan subsistem dapat dipecah menjadi level subsistem yang lebih rendah, dan selanjutnya.
2.               Masing-masing subsistem menunjukkan proses atau aktifitas mengenai data mana yang diproses. Pada level terendah, pemecahan subsistem sudah tidak bisa diproses lagi.
3.               Masing-masing proses DFD ter tersebut mempunyai karakteristik dari sistem
4.               Sistem memiliki input dan output (jika sistem tersebut tidak mati), jadi proses pun juga harus memiliki input dan output.
5.               Data masuk ke sistem melalui lingkungan; alur data yang diposes berada dalam sistem; data diproduksi sebagai output dari sistem.


NOTASI DFD

Terminator/Kesatuan luar (External Entity)
Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan membeikan input atau menerima output dari sistem (Jogiyanto, 1989).
Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak.


Notasi terminator/Kesatuan Luar di DFD

Terminator dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi, departemen di dalam organisasi, atau perusahaan yang sama tetapi di luar kendali sistem yang sedang dibuat modelnya. Terminator dapat juga berupa departemen, divisi atau sistem di luar sistem yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan.

Arus data (data flow)
Arus data (data flow) di DFD diberi simbol suatu panah. Arus data ini mengalir diantara proses (Process), simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity). Arus data ini menunjukkan arus data yang dapat berupa masukkan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.
Notasi Arus Data di DFD



Arus data  data dapat berbentuk sebagai berikut :
·       Formulir atau atau dokumen dokumen digunakan perusahaan
·       Laporan tercetak  yang dihasilkan sistem
·       Output  dilayar  komputer
·       Masukan untuk komputer
·       Komunikasi ucapan
·       Surat atau memo
·       Data yang dibaca atau atau direkam di  file
·       Suatu isian yang  yang dicatat pada buku agenda
·       Transmisi data  dari suatu komputer ke komputer lain

Proses (process)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin, atau komputer dan hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dilakukan arus data yang akan keluar dari prises. Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran atau dengan simbol empat persegi panjang tegak dengan sudut-sudutnya tumpul.







Notasi Proses di DFD

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang proses :
·       Proses harus memiliki input dan output.
·       Proses dapat dihubungkan dengan komponen terminator, data store atau proses melalui alur data.
·       Sistem/bagian/divisi/departemen yang sedang dianalisis oleh profesional sistem digambarkan dengan komponen proses.

Simpanan data (data store)
Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa file atau database di sistem komputer, arsip atau catatan manual, kotak tempat data di meja seseorang, tabel acuan manual, agenda atau buku. Simpanan data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horizontal paralel yang tertutup di salah satu ujungnya.


Simbol dari Simpanan Data di DFD





TIPE DFD

Terdapat 2 tipe dari DFD yaitu:
1.               Physical Data Flow Program, Yang merupakankan representasi grafik dari sistem yang menunjukkan kesatuan luar maupun dalam dari sistem, aliran-aliran data kedalam maupun keluar dari kesatuan-kesatuan tersebut. Kesatuan dalam adalah orang, organisasi, atau mesin dalam sistem yang mentransformasikan data. PDFD tidak menunjukkan apa yang dilakukan tapi menunjukkan dimana, bagaimana dan oleh siapa proses-proses di dalam sistem dilakukan. Penamaan aliran data dan proses menggunakan kata benda untuk menunjukkan bagaimaba sistem tersebut mentransformasikan data di dalam prosesnya.
2.               Logical Data Flow Diagram, merupakan representasi grafis dari sistem yang menunjukkan proses-proses dalam sistem dan aliran-aliran data keluar dan ke dalam proses tersebut. LDFD digunakan untuk membuat dokumentasi sebuah sistem informasi karena LDFD mewakili logika suatu sistem tersebut, yaitu apa yang perlu dilakukan sistem tanpa perlu menspesifikasi dimana, bagaimana, dan oleh siapa proses tersebut dilakukan. Penamaan aliran datanya menggunakan kata kerja untuk menunjukkan proses-proses atau aksi yang dilakukan oleh sistem tersebut





ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM

Entity relationship adalah suatu cara memodelkan suatu data ditingkat konseptual dalam perancangan basis data.  Model Entity-Relationship merupakan alat modeling data yang populer dan banyak digunakan oleh para perancang database.  Data model merupakan representasi abstrak dari data tentang entitas, kejadian, aktifitas dan asosiasinya dalam suatu organisasi.  Tujuan dari pemodelan data adalah untuk menyajikan data dan menjadikan data mudah dimengerti, sehingga mempermudah perancangan dan pengaksesan database.
Berdasarkan tipe konsepnya, data model dibagi menjadi dua kategori yaitu Conceptual (High Level) Data Model dan Physical (Low Level) Data ModelConceptual Data Model merupakan konsep yang berkaitan dengan pandangan pemakai terhadap data, sedangkan Physical Data Model merupakan konsep yang menerangkan detail dari bagaimana data di simpan di dalam komputer.  Dalam pandangan ini model Entity-Relationship digunakan untuk menggambarkan Conceptual Data Model (E-R).
Dengan kata lain, ERD adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam system secara abstrak. Jadi, jelaslah bahwa ERD ini berbeda dengan DFD yang merupakan suatu model jaringan fungsi yang akan dilaksanakan oleh system, sedangkan ERD merupakan model jaringan data yang menekankan pada struktur-struktur dan relationship data.
     

ELEMEN-ELEMEN DIAGRAM HUBUNGAN ENTITAS

  1.  ENTITY
Pada E-R diagram, entity digambarkan dengan sebuah bentuk persegi panjang. Entity adalah sesuatu apa saja yang ada di dalam system, nyata maupun abstrak dimana data tersimpan atau dimana terdapat data. Entitas diberi nama dengan kata benda dan dapat dikelompokkan dalam empat jenis nama, yaitu orang, benda, lokasi, kejadian(terdapat unsur waktu di dalamnya).

  1. RELATIONSHIP
Relationship atau relasi adalah hubungan antara suatu himpunan dengan himpunan entitas yang lainnya. Pada penggambaram diagram hubungan entitas, relasi adalah perekat yang menghubungkan suatu entitas dengan entitas lainnya. Relasi merupakan hubungan yang berarti antara suattu entitas dengan entitas lainnya. Frasa ini berimplikasi bahwa relasi mengijinkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan suatu entits dengan lainya. Hubungan dibedakan antar bentuk hubungan antar entitas dengan isi. Misalnya kasus hubungan antara entitas pegawai dan entitas bagian adalah jam kerja, sedangkan isi hubungannya dapat berupa total jam kerja, gaji lembur. Relasi digambarkan dalam bentuk intan. Pada model data relasi hubungan antar data dihubungkan dengan kunci relasi. Tipe hubungan di antara beberapa buah tipe entitas adalah kumpulan dari relasi di antara entitas-entitas dari tipe entitas tersebut. Relasi mempunyai karakteristik terdiri dari kumpulan tuple-tuple, urutan dari tuple-tuple merepresenrasikan data pada tingkat abstrak logis dan urutam data dianggap penting.

  1. RELATIONSHIP DEGREE
Relation degree atau Derajat Relationship adalah jumlah entitas yang berpartisipasi dalam satu relationship. Terdapat 3 macam derajat dari relationship, yaitu :
  • Unary Degree (derajat satu),
Bila satu entity mempunyai relasi terhadap dirinya sendiri.  Digambarkan sebagai berikut :



  • Binary degree (derajat dua) dan
Bila satu relasi menghubugkan dua entity, digambarkan sebagai berikut :



  • Ternary degree (derajat tiga)
Bila satu entity menghubungkan lebih dari dua entity. Digambarkan sebagai berikut :




  1.  ATRIBUT
`Secara umum atribut adalah sifat atau karakteristik dari tiap entitas maupun tiap Relationship. Maksudnya, atribut adalah sesuatu yang menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud entitas maupun Relationship sehingga sering dikatakan bahwa atribut adalah elemen dari setiap entitas dari Relationship.
     Atribut value atau nilai attribute adalah suatu occurrence teretntu dari sebuah attribute di dalam suatu entity atau Relationship.

Ada dua jenis atribut antara lain sebagai berikut:
  1. Identifier (key) digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik (primary key).
  2. Descriptor (nonkey attribute) digunakan untuk menspesifikasikan karakteristik dari suatu entity yang tidak unik.

  1.  KARDINALITAS (CARDINALITY)
Kardinalitas Relasi menunjukkan jumlah maksimum tupel yang dapat berelasi dengan entitas pada entitas yang lain yang berfungsi untuk menjelaskan jumlah hubungan/relationship dari entity-entity yang berpastisipasi.  Terdapat 3 macam kardinalitas yaitu :
·                  Hubungan 1 : 1 (One to One Relationship)
Yaitu suatu entity yang berada di himpunan A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entity pada himpunan B, dan entity pada himpunan B berhubungan dengan paling banyak satu entity di himpunan A, digambarkan sebagai :

 
·                  Hubungan 1 : M (One to Many/Many to One Relationship)
Yaitu suatu entity pada himpunan A dapat berhubungan dengan sejumlah entity pada himpunan B, tetapi entity yang berada pada himpunan B hanya dapat berhubungan dengan hanya satu entity dari himpunan A atau sebaliknya.  Digambarkan sebagai :
      


·                  Hubungan M : N (Many to Many Relationship)
             Yaitu suatu entity yang berada di himpunan A dapat berhubungan dengan banyak entity di himpunan B, dan sebaliknya. Digambarkan sebagai :




NOTASI ERD

Notasi-notasi simbolik di dalam Diagram E-R yang dapat kita gunakan adalah sebagai berikut.
  • Persegi panjang, menyatakan Himpunan Entitas / entitas.
  • Lingkaran / Elips, menyatakan Atribut (Atribut yang berfungsi sebagai key digaris bawahi)
  • Belah Ketupat, menyatakan Himpunan Relasi /relasi.
  • Garis, sebagai penghubung anatra Himpunan Relasi dengan Himpunan Entitas dan Himpunan Entitas dengan Atributnya.
  • Kardinalitas Relasi dapat dinyatakan dengan banyaknya garis cabang atau dengan pemakaian angka (1 dan 1 untuk relasi satu-ke-satu, 1 dan N untuk relasi sqatu-ke-satu-ke-banyak atau N dan N untuk relasi banyak-ke-banyak).




E


                                                                      Himpunan Entitas E


                                                a                Atribut a sebagai key


                                               
                                               
                                                R                Himpunan Relasi R



                                                                   Link







TAHAPAN PEMBUATAN DIAGRAM E-R

            Diagram E-R selalu dibuat secara bertahap. Paling tidak ada dua kelompok pentahapan yagn bisa ditempuh di dalam pembuatan Diagram E-R, yaitu:
1.     tahap pembuatan Diagram E-R awal (preliminary design).
2.     tahap optimasi Diagram E-R (final design ).

       Langkah-langkah teknis yang dapat kita lakukan untuk menghasilkan Diagram E-R adalah sebagai berikut:
  1. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh entitas yang akan terlibat.
  2. Menentukan atribut-atribut key (primary key) dari masing-masing entitas.
  3. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh relasi di antara entitas-entitas yang ada berserta foreign-key-nya (jika terjadi kardinalitas relasi one to many to many).
  4. Menentukan derajat/kardinalitas relasi untuk setiap relasi.
  5. Melengkapi entitas dan relasi dengan atribut-atribut deskriptif (non-key).




SUMBER: