Thursday, November 29, 2012

KONFLIK DALAM ORGANISASI


Konflik dapat didefinisikan sebagai perselisihan dimana pihak yang terlibat merasakan ancaman terhadap kepentingan kebutuhan atau sesuatu yang menjadi perhatian pihak yang terlibat tersebut. Konflik terjadi ketika orang (atau pihak lain) memahami bahwa, sebagai konsekuensi dari ketidak-samaan persepsi, akan muncul perselisihan dan perbedaan atas suatu kepentingan, kebutuhan, atau masalah. Konflik merupakan bagian dari kehidupan normal organisasi, dimana proses ini memberikan kesempatan pada organisasi untuk tumbuh lebih baik melalui peningkatan pemahaman dan wawasan, ada juga kecenderungan untuk melihat konflik sebagai hal negatif yang disebabkan keadaan atau situasi yang diluar dari biasanya. Pada pihak yang berselisih, cenderung terbentuk batasan atas opsi penyelesaian permasalahan, tanpa melihat adanya banyak kemungkinan pemecahan masalah yang ada diluar pikiran masing-masing pihak tersebut.

Konflik organisasi adalah keadaan perselisihan yang disebabkan oleh perbedaan  kebutuhan, nilai-nilai dan kepentingan antara orang-orang yang bekerja bersama-sama dalam suatu organisasi tersebut. Beberapa hal yang memicu konflik dalam suatu organisasi seperti perselisihan atas bagaimana pendapatan harus dibagi, bagaimana pekerjaan harus dilakukan, dan seberapa lama dan giat anggota harus bekerja,  Adanya ketidaksepakatan antara individu, departemen, dan antara serikat pekerja dan manajemen. Selain itu persaingan, kecemburuan, bentrokan kepribadian, definisi peran, dan hasrat akan kekuasaan dan dukungan yang dimiliki individu dalam organisasi juuga dapat menimbulkan konfilik dalam organisasi.


 Jenis dan Sifat Konflik Organisasi

Terdapat berbagai macam jenis konflik dalam organisasi. Namun pada dasarnya, tiga tipe dasar dari konflik adalah konflik mengenai tugas, konflik interpersonal dan konflik prosedural. Ketidaksepakatan tentang substansi diskusi antara pemilik otoritas dan anggota disebut konflik tugas. Konflik tugas dapat menjadi produktif dengan meningkatkan kualitas keputusan dan proses berpikir kritis potensi konflik yang lain,  hubungan interpersonal dalam organisasidimana antar individu terdapat ketidak-cocokan atau bentrokan kepribadian.

Beberapa contoh jenis konflik dalam organisasi yaitu :

·    Konflik interpersonal
Ada orang-orang yang memang benar-benar tidak dapat disatukan. Mungkin di luar pekerjaan mereka akan memilih untuk tidak bersosialisasi atau berinteraksi. Mungkin jika mereka tidak dipaksa untuk berurusan dengan satu sama lain, mereka bisa bersikap ramah dan sopan sebatas kenalan. Tapi ketika dipaksa untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan atau untuk berbagi ruang kerja secara konsisten, pertentangan mungkin akan timbul. Dalam situasi ini, manajer harus mengambil peran sebagai mediator dan konselor untuk meredakan situasi dan menemukan resolusi, atau membuat pilihan yang sulit untuk mentransfer atau menghapus seseorang berdasarkan ketidakmampuannya untuk berfungsi dalam tim.

·    Konflik Peran
Beberapa konflik antara karyawan tidak ada hubungannya dengan kepribadian, tetapi disebabkan oleh keadaan yang berkaitan dengan peran dan tugas. Sebagai contoh, seorang administrator rumah sakit menginstruksikan manajer perawat untuk tidak menjalankan tes tertentu pada pasien karena asuransi pasien menolak untuk menutupi biaya. Perawat mengetahui pasien perlu tes dan memiliki perintah dokter untuk menjalankannya. Kewajiban perawat dengan kode etik dan peraturan perizinan adalah untuk pasien. Administrator memiliki kewajiban fidusia ke rumah sakit. Mereka mengalami konflik karena tugas mereka. Situasi ini tidak dapat dihindari dalam organisasi. Namun, para ahli  tidak setuju tentang apakah hal ini berbahaya bagi jalannya suatu organisasi tersebut. Beberapa berpendapat bahwa beberapa konflik bertindak sebagai checks and balances sementara yang lain dapat menjadi kontra-produktif dan berbahaya bagi fungsi organisasi.

·    Teori Maturity dan Immaturity
Suatu teori menyatakan bahwa orang-orang dalam kehidupan karir mereka ingin tumbuh dan berkembang bersamaan dengan peningkatan tingkat tanggung jawab dan kesempatan yang diperoleh dalam karirnya, seperti yang mereka lakukan dalam kehidupan pribadi. Namun, pada organisasi hierarkis, demi efisiensi, memecah pekerjaan menjadi lebih terspesialisasi, memberikan karyawan batasan akan tugas yang sebenarnya mereka yakin bisa dilakukan dengan baik. Akibatnya, karyawan tidak bisa menggunakan semua bakat dan kemampuan mereka, dan merasa terbatas dan tidak mampu berkembang. Hasilnya adalah konflik antara karyawan dan organisasi itu sendiri. Pada tingkat individu karyawan dapat mengembangkan kebencian dan sikap apatis. Dalam beberapa situasi, sentimen dapat mengambil dimensi yang lebih besar dan karyawan mulai secara formal maupun informal mengatur - kadang-kadang membentuk serikat pekerja. Organisasi yang menggunakan banyak spesialisasi dan sedikit mobilitas bagi anggotanya sedikit mungkin menemukan diri mereka dengan omset yang lebih tinggi sebagai akibat dari konflik yang berasal dari Teori Maturity-Immaturity.

·    Konflik antar kelompok
Mirip dengan konflik peran, konflik antar kelompok biasanya terjadi karena peran dan fungsi tim dan departemen. Keduanya hanya mencoba untuk melakukan pekerjaan mereka, tapi entah bagaimana malah timbul persaingan antara satu sama lain. Sebuah contoh mungkin konflik antara penjualan dan departemen teknologi informasi. Departemen penjualan membutuhkan perangkat lunak untuk melakukan fungsi-fungsi tertentu yang mendukung penjualan dan faktur. Departemen TI menemukan permintaan sulit karena perubahan yang diminta akan berpengaruh negatif bagian lain dari database perusahaan. Hasilnya adalah ketegangan atau konflik antar masing masing tim itu sendiri. Hal ini dianggap sebagai konflik yang cukup bermasalah yang membutuhkan resolusi melalui mediasi atau keputusan manajerial. Jika konflik terus berlanjut dan menjadi bagian dari dinamika perusahaan atau budaya, bisa menjadi sangat merusak organisasi dan semua orang yang terlibat. Dalam keadaan lain konflik antar kelompok dapat menjadi persaingan yang sehat. Contohnya, seperti dua tim penjualan yang saling bersaing untuk mendapatkan hasil terbaik. Meskipun mungkin ada beberapa mengejek dan dorongan di antara mereka, mereka mendorong satu sama lain untuk tampil lebih baik, menghasilkan komisi yang lebih tinggi untuk semua orang dan hasil yang lebih baik bagi perusahaan. Teori konflik memegang ini menjadi konflik yang sehat atau berguna.

Tidak semua konflik bersifat jelek. Menurut Hocker dan Wilmot (1995). Orang cenderung melihat konflik sebagai kekuatan negatif yang menghambat organisasi mencapai tujuan bersama. Nyatanya, walaupun memberikan dampak negatif pada organisasi, konflik sebenarnya juga dapat menyebabkan efek positif, tergantung pada sifat dari konflik. Beberapa Efek positif dari konflik antara lain meningkatkan kualitas keputusan, merangsang keterlibatan dalam diskusi dan membangun kohesi dalam organisasi.

Konflik berpotensi merusak organisasi saat konflik tersebut menyita fokus dari individu yang terlibat, dimana seharusnya mereka berkonsentrasi pada kegiatan produktif lain yang ada pada organisasi. Konflik dapat mengganggu proses kerja organisasi dan menciptakan permusuhan yang menyebabkan anggota menjadi tidak mau atau tidak mampu untuk bekerja dengan orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. Konflik yang belum diselesaikan cenderung tumbuh menjadi konflik yang lebih besar, semakin tumbuh, semakin besar kemungkinan untuk menambah lebih banyak masalah (Knippen dan Green, 1999).

Beberapa masalah yang mungkin timbul akibat konflik adalah kurangnya kerjasama, komunikasi yang buruk, waktu terbuang, serta pengaruh buruk ke anggita organisasi yang lain. Hal ini digambarkan pada bagan berikut:




Penyelesaian Konflik

Konflik akan terjadi dalam organisasi apapun. Pada 1970-an, Kenneth Thomas dan Ralph Kilmann menyadari bahwa hasil positif bisa didapat ketika manajemen mengerti alasan di balik konflik dan seberapa serius konflik tersebut terjadi. Kedua ahli ini mengidentifikasi lima level atau cara menghadapi konflik, yang disebut “the Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument”. Memahami level manajemen konflik memungkinkan anda untuk menemukan resolusi konflik yang lebih baik. Mengetahui cara apa yang harus digunakan dalam situasi tertentu membantu manajemen mengakhiri konflik organisasi yang serius.

Berikut lima cara dalam penyelesaian konflik:

·    Competitive
At the competitive level, a person takes a position and sticks to it. Company owners and upper management often negotiate from a competitive level of conflict resolution. With the competitive level, the leader states what he wants. The leader should be persuasive and have the knowledge to back up the request. This style is useful for fast decisions or when there is a lot of resistance to change. If not careful, the person who uses this level of conflict resolution may offend others.
·    Competitive
Pada tingkat yang kompetitif, seseorang mengambil posisi dan bertahan pada posisi itu. Pemilik Perusahaan dan manajemen level atas sering bernegosiasi pada level ini untuk mendapatkan resolusi dari konflik. Pada level kompetitif, pemimpin menyatakan apa yang dia inginkan. Pemimpin harus persuasif dan memiliki pengetahuan untuk mendukung keinginannya tersebut. Cara ini berguna saat membutuhkan keputusan yang cepat atau ketika muncul banyak penolakan terhadap perubahan. Namun, Jika tidak hati-hati, orang yang menggunakan cara kompetitif ini dapat menyinggung orang lain.
·    Collaborative
Pada tingkat kolaboratif, semua ide dianggap penting dan dipertimbangkan. Level Kolaborasi melihat semua kebutuhan dan opini dari situasi dan mencoba memberikan pemecahan terbaik dari ide-ide tersebut. Cara ini direkomendasikan apabila terdapat sejarah konflik yang ekstrim dalam kelompok.
·    Compromising
Cara ini memberikan solusi yang membuat semua orang mendapatkan sebagian dari yang mereka inginkan. Namun, mereka tetap mengorbankan sesuatu agar kompromi bisa tercipta. Cara ini efektif untuk situasi di mana tenggat waktu hambir selesai dan konflik mencegah rampungnya suatu pekerjaan tersebut.
·    Accommodating
Level akomodatif digunakan dalam situasi di mana hasil proyek tidak terlalu penting, tapi lebih ke penyelesaian konflik. Dengan cara ini,  pemimpin menyerahkan situasi pada masing-masing individu dan membiarkannya menyelesaikan dengan cara mereka. Hal ini membantu meredakan situasi yang tidak kondusif, serta membangun goodwill, sehingga, saat ketika manajemen harus menggunakan cara lain karyawan lebih terbuka pada kondisi yang lebih tegas.
·    Avoiding
Pada level avoiding, individu hanya perlu menolak untuk membuat keputusan. Respon ini sangat lemah terhadap konflik tetapi dapat diterapkan dalam situasi di mana hasilnya tidak dipermasalahkan. Contoh lain yang tepat dalam menggunakan cara ini adalah ketika ada orang yang lebih cocok untuk membuat keputusan, tetapi ia membutuhkan insentif untuk melangkah ke peran kepemimpinan.



Sumber:


STRUKTUR ORGANISASI

Setiap organisasi yang efektif pastinya memiliki struktur organisasi. struktur organisasi menentukan hirarki dan struktur pelaporan dalam organisasi, yang kadang juga disebut bagan organisasi. Ada berbagai jenis struktur organisasi yang dianut perusahaan bergantung pada berbagai kondisi, seperti kondisi geografis, produk, daerah, atau hirarki. Singkatnya, struktur organisasi merupakan perencanaan yang menunjukkan organisasi kerja dan susunan sistematis kerja. Penting untuk menemukan struktur organisasi yang terbaik untuk organisasi agar tidak  menghambat fungsi dan tujuan dari organisasi itu sendiri.


Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :

1.      Bentuk Vertikal
Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.
2.      Bentuk Mendatar / Horizontal
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.
3.      Bentuk Lingkaran
Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.
4.      Bentuk Setengah Lingkaran
Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
5.      Bentuk Elliptical
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips
6.      Bentuk Piramid terbalik
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik.

Setiap bentuk bagan organisasi yang ada menggambarkannya dapat dibalik, kecuali bagan lingkaran, bagan elips dan bagan sinar. Bagan pyramid dapat disusun dari bawah kea rah atas, bagan mendatar dapat disusun dari kanan kea rah kiri, bagan menegak (Vertikal) dapat disusun dari bawah ke atas, bagan setengah lingkaran dapat di susun dari pusat lingkaran ke arah bidang atas lingkaran, bagan setengah elips dapat disusun dari pusat elip kea rah bidang atas elip. Dalam bagan lingkaran, bagan elip dapat pula digambar satuan organisasi atau pejabat yang lebih rendah kedudukannya terletak di atas, tetapi ini semua tidak mengubah jenjang ataupun kedudukan yang sesungguhnya.


Macam-macam Skema Organisasi

a.    Berdasarkan teknik atau cara membuatnya :
·   Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
·   Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
·   Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
·   Skema organisasi Lingkaran
·   Skema organisasi Gambar

b.    Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya :

·   Skema Organisasi Fungsional
Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi yang lain dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain.
·   Skema Organisasi Jabatan
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing, tetang cara bekerja, apa yang harus ia lakukan dan pencapaian yang ia dapatkan.
·   Skema Organisasi Nama
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan, yang mengejarkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya
·   Skema Organisasi Nama dan Jabatan
Menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
·   Skema Organisasi Struktur
Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut, dan juga fungsi-fungsi antara bagian-bagian itu satu sama lain yang saling berhubungan dan juga saling membantu


Contoh struktur organisasi

Struktur tradisional
Struktur ini didasarkan pada Bagian fungsional dan departemen. Ini adalah jenis struktur yang mengikuti aturan dan prosedur, serta memiliki garis otoritas yang tepat untuk semua tingkatan dalam manajemen.

Struktur Line
Ini adalah jenis struktur yang memiliki lini perintah yang sangat spesifik. Persetujuan dan perintah dalam struktur ini mengarah dari tingkat manajemen atas ke bawah dalam bentuk garis lurus. Struktur ini cocok untuk organisasi yang lebih kecil seperti kantor akuntan dan kantor hukum. struktur ini mempermudah pengambilan keputusan serta tidak terlalu formal, hanya memiliki sedikit Bagian, yang membuat seluruh organisasi yang sangat terdesentralisasi.

Struktur line dan staf
Struktur line dan staf menggabungkan struktur line dimana informasi dan persetujuan berasal dari atas ke bawah, dengan tambahan staf per Bagian untuk dukungan dan spesialisasi. Struktur organisasi ini lebih terpusat. Manajer Bagian dan staf memiliki otoritas atas bawahan mereka, tetapi staf manajer tidak memiliki otoritas atas manajer dan bawahannya. Proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat karena adanya manajer Bagian dan staf manajer ini, serta formalitas-formalitas yang diperlukan dalam organisasi.

Struktur fungsional
struktur organisasi ini mengklasifikasikan anggotanya menurut fungsi yang dilakukan oleh mereka dalam organisasi. Struktur organisasi untuk organisasi fungsional terdiri dari Wakil Direktur, Bagian Penjualan, Bagian Layanan Pelanggan, Bagian Produksi, serta Bagian Administrasi.

Struktur Divisi
Ini adalah jenis struktur yang didasarkan pada divisi yang berbeda dalam organisasi. Struktur ini didasarkan pada pengorganisasian karyawan dan pekerjaan berdasarkan jenis-jenis aktifitas / pekerjaan yang dilakukan.

Struktur Matriks
Ini adalah struktur yang merupakan kombinasi dari struktur fungsional dan divisi. Struktur ini adalah struktur organisasi yang paling kompleks dan biasanya merupakan struktur organisasi yang efisien.


Beberapa Jenis Struktur Organisasi Lainnya

Struktur Birokrasi
Struktur jenis dapat dilihat dalam organisasi yang tinggi di mana semua tugas, proses dan prosedur memiliki standar. Struktur ini cocok untuk perusahaan besar yang melibatkan operasi yang kompleks namun memerlukan kelancaran administrasi yang baik.

Struktur Pra-Birokrasi
 Bentuk struktur organisasi datar dimana administrasi dan kontrol terpusat dan hanya ada sedikit standarisasi tugas.

Struktur jaringan
Dalam struktur semacam ini, para manajer organisasi yang diperlukan untuk mempertahankan dan mengkoordinasikan hubungan bisnis / profesional dengan pihak ketiga seperti klien, vendor dan rekanan dalam rangka mencapai tujuan kolektif profitabilitas dan pertumbuhan organisasi. Biasanya, struktur ini menggunakan telekomunikasi dan media elektronik sehingga struktur ini juga dikenal sebagai Struktur Virtual.

Struktur Tim
Organisasi dengan struktur tim memiliki aliran proses secara vertical dan horizontal.Yang paling membedakan dari struktur organisasi ini adalah tugasdan proses yang berbeda dan dialokasikan kepada tim-tim khusus yang dibentuk dari anggota organisasi sebagai koordinasi pembagian tugas yang harmonis.


Sumber :


Wednesday, November 28, 2012

JENIS ORGANISASI BERDASARKAN TUJUANNYA

Pada post sebelumnya, telah disebutkan bahwa Organisasi memiliki suatu tujuan dan identitas tersendiri yang mencerminkan dalam bidang apa suatu organisasi tersebut berjalan, dan juga mencerminkan tujuan dari organisasi itu sendiri. Pada ulasan kali ini, akan dibahas mengenai macam-macam organisasi yang ada dilihat dari tujuan organisasi itu sendiri, antara lain yaitu organisasi niaga, organisasi sosial, serta organisasi regional & internasional.

Organisasi Niaga (Komersial)
Organisasi dibentuk dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan.  organisasi niaga dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran organisasi tersebut beserta orang-orang yang terlibat di dalamnya. Pemilik dan operator dari sebuah organisasi niagamendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua organisasi niaga mengejar keuntungan seperti ini, misalnya organisasi niaga koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Macam-macam Organisasi Niaga

1.    Perseroan Terbatas (PT)
PERSEROAN TERBATAS adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, dan melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham.organisasi yang menyelenggaran suatu Perseroan Terbatas, yaitu yang terdiri dari Rapat Umum pemegang Saham (RUPS), Direksi dan Dewan Komisaris. Masing-masing organ tersebut memiliki fungsi dan perannya sendiri-sendiri.PT adalah salah satu bentuk badan hukum yang populer dan paling banyak digunakan para pengusaha di Indonesia sebagai landasan hukum untuk melakukan kegiatan usaha diberbagai sektor seperti Industri, Perdagangan, Pelayaran, Pariwisata, Jasa Konstruksi, Transportasi, Pertambangan, Agrobisnis, Properti dan lain sebagainya.
2.    Perseroan Komanditer (CV)
Perseroan Komanditer atau Commanditaire Vennootshap atau biasa disebut CV adalah salah satu bentuk badan usaha yang umum digunakan para pelaku bisnis Usaha kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, walaupun demikian ada juga golongan usaha besar yang menggunakan CV sebagai badan usahanya. CV bukanlah badan hukum seperti halnya PT, kerena tidak ada undang-undang yang secara khusus mengatur tentang Perseroan ini. Perbedaan lain yang mendasar antara CV dan PT adalah Modalnya, didalam Perseroan Komanditer modal perusahaan tidak disebutkan didalam akta pendirian seperti halnya PT. Jadi, para persero harus membuat kesepakatan tersendiri mengenai hal tersebut, atau membuat catatan yang terpisah mengenai modal yang disetor. Walaupun demikian, keberadaannya tidak mengurangi hak dan kewajibannya sebagai badan usaha yang diakui pemerintah atau kalangan dunia usaha khususnya. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya pengusaha dan para pelaku bisnis yang mendirikan CV sebagai bentuk perusahaan untuk melakukan kegiatan usaha di berbagai bidang termasuk sektor Perdagangan, Jasa Konstruksi, Industri atau bidang jasa lainnya
3.    Firma (FA)
Firma adalah suatu bentuk badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih, dan umumnya didirikan dengan Akta Otentik sebagai Akta Pendirian dan dibuat oleh Notaris dalam bahasa Indonesia.Badan usaha ini lebih banyak digunakan oleh beberapa atau sekelompok orang yang memiliki keahlian sama untuk memberikan pelayanan atau melaksanakan kegiatan usaha dibidang Jasa. Para pendiri Firma umumnya telah saling mengenal dan percaya satu sama lain serta masing-masing anggota telah mengetahui dan memahami segala resiko yang timbul dan menjadi tanggung jawab para pendirinya. Maksud dan tujuan perusahaan ini dapat bersifat umum atau spesialis. Namun umumnya badan usaha ini didirikan untuk dengan maksud dan tujuan untuk melaksanakan kegiatan usaha dibidang Jasa. 
4.    Koperasi
Koperasi adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip Koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya. Koperasi bertujuan untuk menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibandingkan sebelum bergabung dengan Koperasi.
Dari pengertian di atas dapat diuraikan sebagai berikut:
·    Asosiasi orang-orang. Artinya, Koperasi adalah organisasi yang terdiri dari orang-orang yang terdiri dari orang-orang yang merasa senasib dan sepenanggungan, serta memiliki kepentingan ekonomi dan tujuan yang sama.
·    Usaha bersama. Artinya, Koperasi adalah badan usaha yang tunduk pada kaidah-kaidah ekonomi yang berlaku, seperti adanya modal sendiri, menanggung resiko, penyedia agunan, dan lain-lain.
·    Manfaat yang lebih besar. Artinya, Koperasi didirikan untuk menekan biaya, sehingga keuntungan yang diperoleh anggota menjadi lebih besar.
·    Biaya yang lebih rendah. Dalam menetapkan harga, Koperasi menerapkan aturan, harga sesuai dengan biaya yang sesungguhnya, ditambah komponen lain bila dianggap perlu, seperti untuk kepentingan investasi.
5.    Join Venture / Perusahaan Patungan
Perusahaan patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan aktivitas ekonomi bersama. Pihak-pihak itu setuju untuk berkelompok dengan menyumbang keadilan kepemilikan, dan kemudian saham dalam penerimaan, biaya, dan kontrol perusahaan. Perusahaan ini hanya dapat untuk proyek khusus saja, atau hubungan bisnis yang berkelanjutan seperti perusahaan patungan Sony Ericsson. Ini terbalik dengan persekutuan strategi, yang tak melibatkan taruhan keadilan oleh pesertanya, dan susunannya kurang begitu sulit. Frase ini umumnya merujuk pada tujuan kelompok dan bukan jenis kelompok. Kemudian, perusahaan patungan bisa berupa badan hukum, kemitraan, LLC, atau struktur resmi lainnya, bergantung pada jumlah pertimbangan seperti pertanggung-jawaban pajak dan kerugian.
Alasan pembentukan joint venture dapat dibagi menjadi 3 yaitu, alasan internal (seperti membangun kekuatan perusahaan atau menambah akses ke sumber daya keuangan), tujuan persaingan (Mempengaruhi evolusi struktural industri, penciptaan unit kompetisi yang kuat), dan Tujuan strategi.

6.    Trust
Trust adalah peleburan beberapa badan usaha menjadi sebuah perusahaan yang baru, sehingga diperoleh kekuasaan yang besar dan monopoli. Contoh: Bank Mandiri merupakan gabungan dariBank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Pembangunan Indonesia, Bank Ekspor Impor Indonesia. Trust dapat bersifat integrasi atau pararelisasi. Trust yang bersifat integrasi adalah gabungan badan usaha-badan usaha yang mempunyai proses produksi berurutan (kolom/lajur perusahaan). Sementara trust pararelisasi adalah gabungan badan usaha-badan usaha yang menghasilkan atau menjual barang sejenis maupun berlainan. Pada umumnya, trust bersifat merugikan konsumen, karena salah satu tujuan penggabungan tersebut adalah untuk mendapatkan kedudukan monopoli, sehingga akan mempengaruhi harga. Harga dalam pasar monopoli tidak terjadi atas keseimbangan antara penawaran dan permintaan namun ditentukan produsen sesuai dengan kemauan mereka sendiri.

7.    Kartel
Kartel adalah bentuk kerja sama antara beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan, memperkecil kondisi persaingan, dan memperluas atau menguasai pasar. Macam-macam kartel yang sering dijumpai antara lain:
·    Kartel wilayah adalah penggabungan yang didasarkan pada perjanjian pembagian wilayah atau daerah penjualan dan pemasaran barangnya
·    Kartel produksi adalah penggabungan yang bertujuan untuk menyelenggarakan produksi bersama secara massal, tetapi masing-masing perusahaan ditetapkan batas jumlah produksi yang diperbolehkan (kuota produksi)
·    Kartel bersyarat atau kartel kondisi adalah penggabungan dengan menetapkan syarat-syarat penjualan, penyerahan barang, dan penetapan kualitas produksi
·    Kartel harga adalah penggabungan dengan menetapkan harga minimum dari produk yang dihasilkan masing-masing anggota
·    Kartel pembelian dan penjualan adalah penggabungan untuk pembelian dan penjualan hasil produksi, agar tidak terjadi persaingan

8.    Holding Company
Holding company adalah penggabungan suatu badan usah dengan badan usaha yang lain dengan cara membeli sebagian besar saham (sero) dari beberapa badan usaha. Jadi holding company menguasai beberapa badan usaha, karena ia membeli sebagian besar saham dari setiap badan usaha yang bergabung. Badan usaha yang membeli sebagian besar saham perusahaan dapat mempengaruhi perusahaan di bidang pemasaran dan keuangan. Secara hukum badan usaha-badan usaha tersebut masih berdiri sendiri, namun karena sebagian besar sahamnya dikuasai oleh holding company, maka secara automatis pimpinan dari setiap badan usaha yang bergabung berada di tangan holding company.


Organisasi Sosial / Kemasyarakatan

Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

Pada awalnya lembaga sosial terbentuk dari norma-norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakatan. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan, kemudian timbul aturan-aturan yang disebut dengan norma kemasyarakatan. Lembaga sosial sering juga dikatakan sebagai sebagai Pranata sosial.
Pada dasarnya organisasi ini terbagi menjadi dua jenis yaitu:

1.    Organisasi Formal Resmi
Organisasi formal/ Resmi adaah organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).
2.    Organisasi informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan.

Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan
Jalur Keagamaan
Organisasi Sosial Keagamaan itu adalah kumpulan orang orang yg mempunyai tujuan yg sama dalam bidang keagamaan (Organisassi Sosial yg berkecimpung dibidang agama). Organisasi ini sama dgn organisasi sosial lainnya cuma saja organisasi ini lebih bersifat keagamaan. Contoh organisasi seperti ini misalnya Majelis Ta'lim, Remaja Masjid, dan lainnya.
Jalur Profesi
Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya adalah para praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas mereka seagai individu. manfaat organisasi profesi mencakup 4 hal yaitu, Mengembangkan dan memajukan profesi, menertibkan dan memperluas ruang gerak profesi, menghimpun dan menyatukan pendapat warga profesi, serta memberikan kesempatan pada semua anggota untuk berkarya dan berperan aktif dalam mengembangkan dan memajukan profesi.
Jalur Kepemudaan
Organisasi Pemuda merupakan wadah komunikasi antar pemuda dan pemudi sebagai media untuk mengakrabkan dan memupuk rasa kekeluargaan antar anggota dan pengurus tetapi  juga sebagai organisasi yang memiliki pengabdian kepada masyarakat  pada khususnya dan kepada masyarakat Republik Indonesia.
Jalur Kemahasiswaan
        Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa sebagai wadah kegiatan ko dan atau ekstra kurikuler. Organisasi ini dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra kampus, organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, maupun semacam ikatan mahasiswa kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintas atau antar kampus. Salah satu bentuk organisasi mahasiswa di kampus Indonesia adalah Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS) baik di tingkat perguruan tinggi maupun tingkat nasional sebagai wadah kerja sama dan berjejaring untuk mengembangkan potensi serta partisipasi aktif terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kemajuan Indonesia. Beberapa IOMS tingkat nasional memiliki legalitas berupa SK dari Dirjen DIKTI (tidak ada keharusan) dan hanya ada satu IOMS yang mewakili setiap organisasi profesi mahasiswa di tingkat nasional. Di luar negeri juga terdapat organisasi mahasiswa berupa Perhimpunan Pelajar Indonesia, atau PPI yang beranggotakan pelajar dan mahasiswa Indonesia.
        Pada dasarnya, Organisasi Mahasiswa adalah sebuah wadah berkumpulnya mahasiswa demi mencapai tujuan bersama, namun harus tetap sesuai dengan koridor AD/ART yang disetujui oleh semua anggota dan pengurus organisasi tersebut. Organisasi Mahasiswa tidak boleh keluar dari rambu-rambu utama tugas dan fungsi perguruan tinggi yaitu tri darma perguruan tinggi, tanpa kehilangan daya kritis dan tetap berjuang atas nama mahasiswa, bukan pribadi atau golongan.

Organisasi Regional & International

Organisasi Regional
organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja. Peran yang dimainkan oleh organisasi-organisasi regional sangat berbeda bergantung pada karakteristik organisasi tersebut. Karakteristik ini dipengaruhi oleh faktor geografis, ketersediaan sumber-sumber dan struktur organisasi. Perbedaan faktor-faktor ini akan mempengaruhi bentuk Organisasi Regional dan organ-organ yang menopangnya. Perbedaan karakter ini juga nantinya akan berpengaruh pada mekanisme dan prosedur penyelesaian konflik yang ditempuh untuk menyelesaikan sengketa antara anggota dalam sebuah Organisasi Regional.
salah satu peran utama Organisasi Regional adalah untuk menjadi wadah konsultasi, menyelenggarakan dan menyediakan suatu forum negosiasi bagi negara-negara anggota baik dalam situasi konflik maupun dalam kondisi yang berpotensi menimbulkan konflik.

Organisasi Internasional
Organisasi yang anggotaanggotanya meliputi negara di dunia. Sekitar empat dekade yang lalu, organisasi internasional identik dengan sudut pandang government-oriented karena dalam melakukan hubungan internasional yang berperan aktif adalah aktor negara yang dalam hal ini merupakan perwakilan resmi dari sebuah negara. Namun, ternyata pola diplomasi abad 21 sangat berbeda dengan masa-masa empat dekade yang lalu karena saat ini peran aktor-aktor non negara juga sangat aktif seperti Multi National Corporations (MNCs), individu, dan International Non-Governmental Organizations (InGOs). Atas dasar hal-hal di atas, klasifikasi organisasi internasional pun menjadi beragam sesuasi dengan tujuannya ada yang yang berorientasi umum dan ada pula yang lebih khusus.
Ada begitu banyak ahli hubungan internasional yang mengemukakan pendapat mereka mengenai definisi organisasi internasional dan dari berbagai pendapat yang mereka kemukakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan karena hampir secara keseluruhan memasukkan unsur keanggotaan, tujuan, dan struktur. Berikut definisi dari organisasi internasional:
”International Organization can be defined as a formal, continous structure established by aggreement between members (governmental and/or non-governmental) from two or more sovereign states with the aim of pursuing the common interest of the membership.”
Faktor-faktor lain yang diasosiasikan dengan kebanyakan organisasi internasional: institusi mereka biasanya terdiri dari pertemuan paripurna dari keseluruhan anggota (biasa disebut majelis atau konferensi), sebuah pertemuan secara teratur oleh segelintir anggota (biasanya berkaitan dengan power pada organisasi tersebut), dan sebuah sekretariat permanen untuk mendukung kegiatan administratif organisasi internasional tersebut. Bagaimanapun juga keberadaan organisasi internasional ini pasti bertujuan untuk memberikan keuntungan pada anggotanya.
Tujuan dari organisasi internasional bisa sangat umum dan luas bisa pula lebih spesifik dan tertentu, begitu pula dengan aktivitasnya yang pasti berkenaan dengan tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Ketika kita menganalisa tentang tujuan dari organisasi intenasional, kita juga harus mempertimbang hubungan seperti apa mungkin terjadi di antara anggota. Ada tiga kemungkinan terhada hal ini:
Menciptakan suatu bentuk hubungan yang co-operative antar anggota bisa melalui berbagai aspek seperti perdagangan dan sosial.
Meminimalisir atau mencegah kemungkinan terjadinya conflict dengan kerjasama sehingga akan menimbulkan rasa saling menghormati kepentingan nasional masing-masing negara.
Merangsang timbulnya confrontation karena ternyata pada akhirnya organisasi tersebut merangsang terjadinya konflik.


Sumber:


Thursday, November 8, 2012

CIRI, UNSUR, DAN TEORI ORGANISASI



CIRI-CIRI ORGANISASI


Suatu kelompok dapat disebut sebagai suatu organisasi apabila kelompok tersebut berada di dalam batasan-batasan yang dapat didefinisikan sebagai ciri-ciri organisasi. Berikut ciri-ciri organisasi tersebut:

  1. Organisasi memiliki suatu tujuan dan identitas tersendiri yang mencerminkan dalam bidang apa suatu organisasi tersebut berjalan, dan juga mencerminkan tujuan dari organisasi itu sendiri. Dengan adanya identitas ini, para pihak yang terlibat dalam organisasi dapat bersikap dan berlaku sesuai dengan prinsip yang dianut dan tujuan dari organisasi tersebut.
  2. Organisasi Mempunyai keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati, agar jalannya organisasi tetap pada koridor tujuan yang ingin dicapai sebelumnya. Tata tertib ini biasanya dimuat dalam bentuk tata kerja yang harus ditaati oleh masing-masing pihak yang terlibat dalam organisasi tersebut.
  3. Organisasi membutuhkan kerja sama dari masing-masing pihak yang ada dalam organisasi tersebut. Kerjasama ini bertujuan agar tidak terjadi tumpang-tindih antara tugas satu dengan lainnya, sehingga, masing-masing bagian dapat fokus untuk mengerjakan tugasnya. Selain itu, pembagian ini juga mempermudah pertanggung-jawaban pada hasil akhir tugasnya.
  4. Mempunyai koordinasi tugas dan wewenang. Fungsi otoritas ini adalah sebagai kontrol, agar organisasi dapat berjalan sesuai dengan tujuan awal yang sudah ditetapkan. Selain itu, tingkatan hirarki mempermudah kepengurusan organisasi, karena setiap permasalahan dapat dibagi ke masing-masing level otoritas untuk ditindak-lanjuti lebih jauh, sehingga setiap level mempunyai tanggung jawab masing-masing. Semakin besar organisasi tersebut, maka biasanya akan semakin banyak terdapat tingkatan hirarki yang ada pada organisasi tersebut.

Organisasi pada zaman ini sudah lebih modern dan memiliki-aturan serta prinsip yang lebih kompleks. Berikut ciri-ciri Organisasi Modern saat ini:
  • Organisasi bertambah besar
  • Pengolahan data semakin cepat
  • Penggunaan staf lebih intensif
  • Kecendrungan spesialisasi
  • Adanya prinsip-prinsip atau azas- azas organisasi
  • Unsur-unsur organisasi lebih lengkap





Unsur-unsur organisasi

Secara garis besar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu orang- orang, kerjasama dan tujuan bersama-sama . Ketiga ketiga unsur tersebut saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan . Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan makin kompleksnya organisasi saat ini, maka berkembang lagi unsur-unsur yang biasanya ada pada organisasi saat ini yaitu:
  1. Manusia(man) : dalam keorganisasian, manusia sering disebut sebagai pegawai atau personel yang terdiri dari semua anggota organisasi tersebut yang menurut fungsidan tingkatannyaterdiri dari pimpinan(administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, manajer yang memimpin tiap-tiap satuan unit kerja yang sudah dibagikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan para pekerja.
  2. Kerjasama(team work) : suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota oeganisasi yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. oleh karena itu, anggota organisasi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi, tugas dan tingkatannya masing-masing.
  3. Tujuan bersama : adalah arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan merupakan titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. Setiap anggota sebuah organisasi harus mempunya tujuan yang sama agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama
  4. Peralatan(equipment) : segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi seperti uang, kendaraan, gedung, tanah dan barang modal lainnya.
  5. Lingkungan(environtment) : merupakan kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasi karena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya. hal ini mencakup tempat atau lokasi, karena mempengaruhi sarana transportasi dan komunikasi. Serta Wilayah operasi yang dijadikan sarana kegiatan organisasi.
  6. Kekayaan alam : yang dimaksud adalah cuaca, keadaan geografis, flora, fauna dll.
  7. Kerangka/Konstruksi Mental yang ada pada organisasi itu sendiri.
Dari ketiga unsur tersebut saling terkait dan mempunyai satu kesatuan. dari berbagai macam teori organisasi yang di kemukakan oleh para ahli tidak ada satu pun yang memiliki kebenaran mutlak. dan antara teori organisasi yang satu dengan yang lain saling melengkapi.



Teori Organisasi

Teori organisasi adalah suatu konsepsi, pandangan, tinjauan, ajaran, pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi sehingga dapat lebih berhasil bahkan pada gilirannya organisasi dapat mencapai sasaran yang ditetapkan, adapun yang dimaksud masalah itu sendiri adalah segala sesuatu yang memerlukan pemecahan dan pengambilan keputusan.
Masalah yang dihadapi oleh organisasi sangat kompleks dari setiap masalah organisasi yang sangat kompleks itu memunculkan berbagai kajian untuk lebih memahami efektifitas organisasi. Dari usaha intelektual itu kemudian berkembanglah berbagai teori organisasi dengan berbagai kaidah dan rumusnya.

Berikut beberapa pembagian teori organisasi:

  1. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)
    Teori organisasi klasik disebut juga teori organisasi tradisional, teori organisasi spesialisasi, atau teori struktural. Ada 10 macam prinsip organisasi diantaranya : (1) prinsip penetapan tujuan yang jelas; (2) prinsip kesatuan perintah; (3) prinsip keseimbangan; (4) prinsip pendistribusian pekerjaan; (5) prinsip rentangan pengawasan; (6) prinsip pelimpahan wawasan; (7) prinsip departementasi; (8) prinsip penetapan pegawai yang tepat; (9) prinsip koordinasi dan (10) prinsip pemberian balas jasa yang memuaskan. Teori organisasi klasik ini kemudian dipecah lagi menjadi beberapa kategori yaitu:
    a. Teori Birokrasi , Pada dasamya teori organisasi birokrasi menyatakan bahwa untuk mencapai tujuan, organisasi harus menjalankan strategi birokrasi yang menekankan pada struktur jenjang jabatan
    b. Teori Administrasi, dimana organisasi ini disusun oleh fungsi-fungsi kegiatan administrasi, seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pemberian perintah (commanding), pengkoodinasian (coordinating) dan pengawasan (controlling).
    c. Manajemen Ilmiah, yang dikembangkan sekitar tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi.
  2. Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)
    Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik . Anggapan dasar teori neoklasik adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya. Teori neoklasik mendefinisikan suatu organisasi sebagai kelompok orang dengan tujuan bersama.
    neoklasik memberikan usulan rumusan yang akan membuat struktur menjadi hamonis , yaitu partisipasi , manajemen bottom-up, panitia bersama, penghargaan akan martabat manusia, dewan direktur junior diberi kesempatan dan komunikasi yang lebih baik lagi .
    Titik tekanan teori neoklasik adalah pada dua elemen pokok dalam organisasi, yaitu perilaku individu dan kelompok kerja. Organisasi informal adalah kelompok-kelompok ilmiah yang terbentuk sebagai hasil interaksi di antara para karyawan dalam situasi kerja mereka. Organisasi formal muncul sebagai tanggapan akan kebutuhan sosial manusia – kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain .
  3. Teori Organisasi Modern
    Aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen adalah teori modern, disebut juga analisa sistem pada organisasi .Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, tetapi organisasi adalah suatu sistem terbuka yang harus – bila ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya – menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungannya . Organisasi dan lingkungannya adalah saling tergantung , masing-masing tergantung pada yang lain sebagai sumber. Teori modern adalah multidisiplin dengan sumbangan dari berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan .
    Teori organisasi dan manajemen modern dikembangkan sejak tahun 1950 , banyak hal yang mendasar berbeda dengan teori klasik yaitu, Teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi . Melalui analisa dan metode ilmiah , sasaran-sasaran organisasi telah dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sesuai hakekat pekerjaan itu sendiri.selain itu Ilmu pengetahuan klasik telah membicarakan konsep koordinasi ,skalar dan vertikal .
    Dengan berkembangnya teknologi dan majunya kegiatan-kegiatan perlu konsep sistem . Maka timbullah perhatian pada operasi atau proses organisasi . Teori organisasi modern lebih dinamis daripada teori-teori lainnya dan meliputi lebih banyak variabel yang dipertimbangkan.




Sumber:


ORGANISASI DALAM PANDANGAN UMUM



Organisasi


Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial. Berbagai kebutuhan hidup yang tidak terbatas dan kemampuan yang terbataslah yang mendorong manusia untuk berhubungan dengan manusia lainnya. Hubungan tersebut terus bergerak dinamis dimuali dari tingkat yang sederhana, hingga tingkat hubungan yang modern.


Organisasi merupakan salah satu bentuk hubungan sosial antar manusia. Organisasi diambil dari bahasa Yunani “Organon” yang berarti alat, dimana secara lebih jauh dimaksudkan sebagai alat atau cara yang dilakukan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Beberapa pengertian organisasi menurut para ahli:


  • Organisasi Menurut Stoner
    Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
  • Organisasi Menurut James D. Mooney
    Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Organisasi Menurut Chester I. Bernard
    Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh duorang atau lebih.


Jadi dapat disimpulkan bahwa, Organisasi merupakan sekumpulan orang yang bekerjasama dengan pembagian atau alokasi tugas dan tanggung jawab tertentu dalam system koordinasi dan pengaturan guna memudahkan pencapaian beberapa tujuan yang telah ditetapkan.


Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.


Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.


Ada pendapat yang membagi organisasi menjadi dua macam, yaitu:


1. Organisasi dalam arti statis
  • Melihat organisasi sebagai sesuatu yang tidak bergerak/diam.
  • Organisasi dipandang sebagai wadah atau alat untuk mencapai tujuan, wadah bekerjasama, wadah bagi administrasi dan manajemen yang memungkinnya bergerak.
  • Organisasi dipandang sebagai jaringan dari hubungan kerja yang bersifat formal yang tergambar dalam bagan organisasi.
  • Organisasi seabagi saluran hierarki kedudukan yang ada yang menggambarkan garis wewenang, garis komando, dan garis tanggung jawab.
2. Organisasi dalam arti dinamis
  • Organisasi merupakan organ yang hidup, selalu bergerak, mengadakan pembagian tugas berdasarkan sistem dan ruang lingkup.
  • Terdiri dari sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
  • 2 kemungkinan dalam organisasi yang dinamis, yaitu kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang, serta kemungkinan organisasi untuk mati.




Manajemen


Di Dalam suatu organisasi, tentunya diperlukan suatu aturan khusus agar tercipta suatu keteraturan dan membuat organisasi tetap berjalan sesuai tujuannya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu manajemen yang tepat dalam pengendalian suatu organisasi.


Kata manajemen sendiri berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur.". Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Berikut beberapa pengertian manajemen menurut para ahli:


  • Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner
    Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
  • Pengertian Manajemen Menurut Mary Parker Follet
    Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.
  • Menurut Harold Koontz & Cyril O’Donnel, Principles of Management An Analysis of Management Functions)
    Manajemen” sebagai usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Dengan demikian manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktifitas orang lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, penggerakkan dan pengendalian.
  • Menurut G.R. terry, (Prinsiples of Management).
    Manajemen adalah suatu proses khas yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Manajemen merupakan ilmu dan seni yang mengatur sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya untuk mencapai suatu tujuan secara bersama-sama pula. Dari segi esensinya bahwa manajemen adalah pembentukan karakter manusia baru pengelolaan secara terstruktur. Maka dengan adanya manajemen diharapkan:
1.Agar bisa teratur, sopan dan baik.
2.Agar efektif, dalam arti hasil yang dicapai lebih maksimal
3.Agar efisien (terkait adanya dana, tenaga, dan waktu)
4.Agar tujuan tercapai.




Antara Organisasi dan Manajemen


organisasi merupakan entitas sosial yang dikoordinasi secara sadar, dengan batasan-batasan yang relatif dapat dikenali, yang berfungsi secara terus-menerus dengan dasarnya yaitu untuk mencapai suatu tujuan bersama atau seperangkat tujuan. kalimat “dikoordinasi secara sadar” merujuk pada “manajemen,”, “entitas sosial” merujuk pada unit (organisasi) yang terdiri atas orang atau kelompok orang yang saling berinteraksi satu sama lain. Pola interaksi yang dilakukan sejumlah orang di dalam organisasi tidak muncul begitu saja melainkan telah disusun sedemikian rupa. Karena organisasi adalah entitas sosial, maka pola-pola interaksi di antara para anggotanya harus seimbang dan harmonis guna meminimalisir “keberlebihan” disamping juga memastikan bahwa tugas-tugas tertentu dapat dirampungkan.


Manajemen dibutuhkan sebagai penyeimbang jalan suatu organisasi tersebut. Manajemen adalah sebuah proses sosial. Suatu tujuan kolektif mampu membawa individu-individu yang berbeda untuk bekerja bersama-sama. Misalnya membangun candi-candi atau masjid-masjid, merakit sepeda motor, membangun stadion olahraga, membangun gedung sekolah, dan sejenisnya. Dalam konteks bekerja dengan dan melalui orang lain ini dibutuhkan peran manajer untuk mengatasi masalah-masalah seperti, hubungan interpersonal, kegagalan memenuhi tujuan organisasi, kegagalan membangun dan memimpin tim, ketidakmampuan untuk berubah dan beradaptasi selama masa transisi.


organisasi punya “batas-batas yang relatif dapat dikenali.” Batasan ini dapat berubah setiap waktu, dan ia tidak selalu jelas, tetapi batasan yang ditentukan tetap harus ada. Batasan ini berguna untuk membedakan antara anggota dengan nonanggota. Batasan tersebut dapat dicapai manajemen yang baik, dalam bentuk-bentuk seperti kontrak-kontrak eksplisit (tegas) ataupun implisit (terselubung) di mana kerja dipertukarkan dengan upah. Bahkan, dalam organisasi sukarela, kontribusi (upah) anggota diberikan dalam bentuk prestise, interaksi sosial, atau kepuasan menolong orang lain (altruisme).




Tata Kerja


Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepatpula.


Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :


  1. Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
  2. Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
  3. Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.


hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini :


Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.


Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.


Hubungan Timbal Balik Antara Organisasi dan Metode (Tata Kerja) Dengan adanya metode atau tata kerja dalam organisasi sehingga pada proses kegiatan dapat menyusun perencanaan kerja, dengan lebih terkoordinir dalam membentuk sekelompok manusia yang melakukan kerjasama dengan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya dan tepat dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sehingga hubungan timbale baliknya juga sangat baik. Penggambaran diatas telah jelas memberikan keterangan bahwa Organisasi, Manajemen, dan Tata Kerja ( Metode ), bila semuanya terurut dan dilaksanakan dengan benar, maka secara otomatis suatu tujuan Organisasi pun akan tercapai.









Sumber:
http://komunikasi-samsul-huda.blogspot.com/2009/04/perbedaan-organisasi-dan-manajemen.html
http://nrisdiani.blogspot.com/2012/04/15-pengertian-tata-kerja-secara-umum.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen